SINOPSIS Falsify Episode 4

Moo Young menemui ketiga rekannya dan mengeluarkan unek-uneknya bahwa agensi mereka, Harian Aeguk, telah berubah menjadi sebuah agensi yang menderita penindasaran karna kediktatoran Dong Sik, kemudian memberitahukan keinginannya untuk merilis video pengakuan Park Eung Mo yang mereka dapatkan kemarin ke publik.

Na Rae setuju, dan Moo Young berkata dengan merilisnya akan meninggkatkan semangat jurnalis yang sesungguhnya. Sang Ho berkata mereka hanya media jakal dan bukan jurnalis yang sesungguhnya – jika mereka adalah jurnalis, maka lalat-lalat itu juga burung. Na Rae dan Yong Sik menegurnya, dan Na Rae berkata dia hanya seorang newbie, dan tidak tahu bagaimana Moo Young bekerja.

Sang Ho lantas bertanya apa yang tidak ia ketahui.

Sung Sik memberitahu jaksa So Ra bahwa orang-orang dari Surat Kabar Aeguk dikenal sebagai jurnalis  di depan masyarakat tapi mereka memiliki gen atau sesuatu yang berbeda – mereka akan melakukan segalanya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Jaksa Kwon heran mengapa dia bisa mengenal mereka, dan Sung Sik menjawab karna dia adalah jurnalis Surat Kabar Daehan – tidak ada yang tidak mereka ketahui. Sung Sik memberitahu jaksa Kwon bahwa informasi tentang dunia hiburan dan kekerasan, kasus-kasus kriminal mereka dapatkan lebih cepat dibanding kepolisian – hal ini mungkin terjadi karna pemimpin Geng Youngbum memback up mereka.

Jaksa So Ra bertanya untuk mengkonfirmasi apa Geng Youngbum dan Surat Kabar Aeguk bekerja sama. Sung Sik berkata bukan seperti itu maksudnya, kemudian melanjutkan bahwa para jurnalis itu juga terlibat dalam proses pemilihan pemimpin geng terbaru, Yang Chu Sung. Dia berkata bahwa siapapun yang memprovokasi mereka akan menyesal, kemudian mengungkit sebuah insiden tentang penyuapan seorang jaksa.

Sang Ho sangat penasaran, dan Na Rae dan Yong Sik kemudian menceritakan tentang insiden kasus seorang jaksa yang menerima suap saat makan sup daging anjing bersama seorang konglomerat yang menggelapkan dana taktis sebesar 300 juta dollar.

Tiga bulan yang lalu. Di ruangan kantor Harian Aeguk, Dong Sik dan kedua rekannya prustasi melihat artikel penyuapan seorang jaksa yang mereka rilis yang disertai bukti sebuah foto tidak trending topik. Yong Sik menduga perusahaan tersebut dan kantor kejaksaan telah menggunakan pengaruh mereka untuk mengatasi media.

Tapi kemudian kita melihat Moo Young naik sebuah mobil bersama beberapa anjing, untuk melancarkan aksinya.

Jaksa Jung berusaha mengklarifikasi tentang rumor yang berkembang di depan para jurnalis dan membantah telah menerima suap dari pihak manapun. Dia hanya mengakui menikmati makan sup anjing yang murah, dan merasa menyantap makanan yang semacam itu bukan merupakan hal yang ilegal di Korea.

Tapi kemudian, seorang wanita berpura-pura mengaku akan memasak sup anjing di depan gedung ruangan kantor kejaksaaan, dan tak lama Moo Young muncul membawa dua buah pisau di tangannya untuk membunuh para anjing-anjing. Dia hanya berpura-pura dan sengaja membuat keributan untuk menjadi sorotan di antara para pencinta hewan, yang secara tidak langsung akan menghancurkan karir jaksa Jung.

Moo Young kemudian mengirimkan sebuah pesan kepada jaksa Jung, yang isinya: “Selamat. Kau akan mengucapkan selamat tinggal pada pekerjaanmu sebagai jaksa.”

Jaksa Kwon bertanya dimana dia harus pergi untuk menemui para jurnalis dari Harian Aeguk, dan Sung Sik berpura-pura tidak tahu. Tapi kemudian dia datang di sebuah tempat setelah di sms oleh Moo Young, yang berniat memberinya sebuah video pengakuan Park Eung Mo tentang bisnis perdagangan wanita.

Sebelum pergi, Sung Sik memperingatkannya untuk berhati-hati setelah seorang jaksa mencari tahu tentang mereka. Moo Young penasaran siapa orang itu, dan Sung Sik berkata orang itu dulu adalah seorang jaksa yang ahli, tapi sekarang dia adalah jaksa yang tujuan utamanya kembali ke Kantor Kejaksaan Pusat Seoul, bersama Kwon So Ra. Dan nama itu terdengar familiar baginya.

Sung Sik menunjukkan video pengakuan Park Eung Mo berdurasi satu menit, dan meminta ijin untuk menerbitkannya. Direktur Ko setuju, tapi Sung Sik menolak untuk menyebutkan orang yang memberikan video tersebut.

Sementara  itu, setelah melihat video pengakuan Park Eung Mo yang tersebar dari Harian Daehan, jaksa Kwon menebak bahwa  Sung Sik telah berbohong. Jin Woo datang dan menginformasikan bahwa mereka menemukan DNA Park Eung Mo diantara mayat para korban, sehingga mereka bisa menuntutnya dengan  tuduhan pembunuhan.

Suk Min menegur Sung Sik karna terlalu tergesa-gesa merilis videonya – memperingatkan bagaimana seseorang pasti memback up Park Eung Mo setelah selama 10 tahun sehingga dia terbebas dari jeratan kasus dan bagaimana dia seharusnya menyiapkan sebuah  perangkap dengan baik agar ikan-ikan kecil tidak lepas. Sebaliknya Sung Sik menyuruhnya untuk berhenti melewati batas, dan tiba-tiba suara kentut Yoo Kyung tercium hingga ke arah mereka.

Yoo Kyung menendangnya dengan kakinya, dan berkata bahwa seseorang yang tidak menghargai senior mereka berhak mendapat ini. Setelah Sung Sik pergi, Yoo Kyung berkata pada Suk Min, “Kau dulu adalah pemimpin Splash Tim. Dia hanya seorang bayi dibandingkan denganmu.”

Suk Min pergi menemui Letnan Park, setelah dia mencurigai bahwa Letnan Park adalah orang yang membantu Park Eung Mo selama ini. Suk Min berkata dulu dia mempercayainya sehingga mereka memberinya informasi tentang Park Eung Mo: “Tapi mengapa kau tidak menangkap orang jahat itu dan menjadi polisi yang jahat?” Letnan Park membela diri bahwa bukannya dia tidak berusaha, tapi seberapa keras pun ia mencoba,  itu tidak berjalan dengan baik.

Suk Min bertanya siapa pejabat tinggi yang selama ini melindungi Park Eung Mo, tapi Letnan Jeon memperingatkan – jika dia terus menggali untuk mendapatkan jawaban, dia akan mendapat masalah. Letnan Jeon melanjutkan bahwa sesuatu yang besar akan terjadi: “Tonton saja bagaimana hukum dan etika yang sangat kau percayai hancur.”

Pengacara Jo datang ke penjara, dan Park Eung Mo mengancam akan membuka mulutnya jika mereka tidak menolongnya. Dia kemudian melaporkannya kepada Dirut Ko, dan dia berencana akan mengatur waktu kematian korban, yang merujuk pada undang-undang batas penuntutan. Dirut Ko berkata bahkan jika sistem berubah, undang-undang selalu memiliki jalan untuk lari.

Pengacara Jo datang menemui dokter forensik yang mengidentifikasi para korban untuk bernegosiasi. Kemudian, pemimpin redaksi Jung berkata pada Sung Sik, “Kau selalu ingin berada di meja politik? Kau mendapatkan keinginanmu.” Sung Sik berdebat bahwa jika mereka mengakhirinya seperti ini maka karirnya akan hancur, kemudian dia terpaksa membocorkan sumber video yang ia dapatkan, menyebutkan Harian Aeguk.

Keesokan harinya, Harian Daehan merilis berita permintaan maaf tentang video pengakuan Park Eung Mo yang telah dipalsukan. Harian Aeguk (tabloid media onlie yang baru didirikan lima tahun yang lalu)dikambing hitamkan karna telah menjual video itu dan Harian Daehan akan melayangkan tuntutan kepada mereka karna telah sengaja menyediakan informasi salah. Da Suk Min geram mendengarkan pemberitaan tersebut.

Dong Sik memberitahu Moo Young bahwa semuanya telah selesai, mengatakan bahwa surga telah mengirim seorang malaikat untuk membantu Park Eung Mo, bagaimana Harian Daehan telah mengumumkan ke publik bahwa  video itu palsu dan sekarang mereka hanya akan menunggu sesuatu yang salah juga akan terjadi dalam penyelidikan kepolisian.

“Permainan ini terlalu besar. Jika kau tidak bisa mengatasinya, kau seharusnya tidak terlibat. Si binatang buas telah keluar untuk berburu. Mereka bisa berbuat apa saja kecuali mengubah seorang pria menjadi wanita. Kita akan dihancurkan jika kita terlibat,” ujar Dong Sik.

Atasan jaksa Kwon juga sebelumnya telah disuap oleh Dirut Ko. Dia menyuruh Jaksa Kwon untuk hanya menuntut Park Eung Mo dengan tuduhan pembunuhan, sementara tuduhan perdagangan manusia telah dituduhkan kepada seorang pria berkebangsaan Korea China sebagai pelaku yang sesungguhnya. Dan diam-diam Letnan Park memberikln sebuah tiket kepada pria itu untuk meloloskan diri dari Korea.

Moo Young mengkonfrontasi Sung Sik di lobby gedung Harian Daehan setelah video yang diberikannya berubah menjadi palsu sama seperti si bos palsu perdagangan manusia yang telah meloloskan diri. Karna merasa dikhianati, dia ingin memukulnya tapi dipisahkan oleh pihak keamanan.

Park Jin Woo menginformasikan Jaksa Kwon bahwa ada kemungkinan pihak tertuduh menggunakan undang-undang pembatasan hukum. Jaksa Kwon bertanya kapan korbannya meninggal, dan Jin Woo berkata mereka masih belum tahu, tapi jika para korban meninggal sebelum Agustus 2000, maka mereka tidak bisa memperpanjang undang-undang pembatasan hukum dengan kata lain undang-undangnya akan berakhir. Yang membuat mereka sangat khawatir.

Tersangka Park Eung Mo datang ke TKP untuk melakukan reka ulang, dan Moo Young berdiri diantara para keluarga korban yang histeris. Sementara itu, jaksa Kwon diberitahu oleh dokter forensik bahwa korban meninggal diantara tahun 1998 dan 1999. Jaksa Kwon syok mendengarnya, sehingga kembali bertanya untuk mengkonfirmasi apa itu benar dan si dokter forensik berani bersumpah atas hidupnya dan nyawa keempat korban.

Saat akan pergi dibawa oleh pihak kepolisian, Park Eung Mo tersenyum mengejek kepada Moo Young.

Incoming search terms:

  • download video masha episode 69
  • larva 3gp 144* 132