SINOPSIS Falsify Episode 3

Chul Ho tewas di depan mata Moo Young usai ditabrak oleh sebuah truk. Sementara orang yang mengaku menabrak kakaknya diadili di persidangan dan mengakui semua kejahatannya, tapi Moo Young seketika itu merasa ada yang janggal.

Usai persidangan, dia memberitahu Suk Min bahwa orang itu bukan pelaku yang sesungguhnya. Suk Min berkata dia mungkin bisa salah dan ingatannya keliru karna syok. Moo Young protes mengapa dia mengingat hal yang salah ketika kakaknya meninggal tepat di depannya, dan menuduh Suk Min tidak mempercayainya karna dia baru saja dituduh memakai obat-obatan dan dikeluarkan: “Tapi setidaknya kau mempercayai kakakku.”

Moo Young berkata kakaknya ingin mengungkapkan sesuatu, dan dia mencium ada sesuatu yang tidak beres – kecelakaan kakaknya dan pelaku palsu itu, yang ia duga mereka ada sangkut pautnya dengan kisah yang ditutupi kakaknya. Moo Young berteriak bahwa kakaknya dibunuh, dan Suk Min berkata dengan suara keras bahwa bisa saja seperti itu. Tapi Suk Min menyuruhnya untuk mengikhlaskan kepergian kakaknya dan tidak mempersoalkan kematiannya, yang membuat Moo Young prustasi.

Dia pulang ke rumah, dan mendapati seseorang tidak dikenali (pria yang sama yang menabrak kakaknya) masuk ke dalam rumahnya dan mengambil sebuah tas ransel milik Chul Ho. Moo Young mencoba menghentikannya, tapi tubuhnya dibanting dan dia terjatuh ke lantai. Tapi dia mengejarnya, dan pria misterius itu menungguinya di sebuahg lorong kecil yang gelap.

Moo Young berusaha menghajarnya, tapi kemampuan bela diri pria itu jauh di atasnya. Perutnya ditusuk, dan pria itu berkata, “Mengapa kakakmu mati? Karna dia terus mengikutiku sama sepertimu.” Moo Young tidak sempat melihat wajah pria itu, dan hanya melihat sekilas sebuah tatto di pergelangan tangannya.

Sementara itu, jaksa So Ra terpaksa dimutasi ke Kantor Kejaksaan Wilayah Jeju setelah kasus Chairman Mim gagal. Hal yang sama menimpa Suk Min. Splash Tim akhirnya dibubarkan dan Suk Min dipindahkan ke Komite Penerbitan Sejarah. Dia membereskan barang-barangnya dan bertanya dengan nada prustasi mengapa Chul Ho melakukan hal seperti itu.

Yoo Kyung menjawab siapa yang bisa tahu, dan dia sendiri tak bisa percaya mengapa Chul Ho bisa meninggal seperti itu. Dia kemudian meminta surat pengunduran dirinya, tapi Suk Min malah menyobeknya di depannya. Suk Min berkata meskipun dia berada di bawah piramida ini, dia berencana akan bertahan sampai akhir, dan bahwa itu adalah tanggung jawab yang ia miliki untuk tim ini yang telah ia hancurkan.

Yoo Kyung berkata tetap saja hanya di dalam tim, mereka bisa mengkritik tanpa khawatir tentang hasilnya. Suk Min berkata itulah mengapa dia harus memastikan mendapat kesempatan lain untuk memulainya lagi, dan melanjutkan bahwa menulis artikel yang informatif bukanlah satu-satunya tugas seorang jurnalis. Yoo Kyung bertanya apa dia percaya diri bisa melakukan ini karna setahunya harga dirinya sangat penting, dan Suk Min menjawab dengan terus terang tidak.

Dong Sik (dari Surat Kabar Aeguk) datang ke rumah sakit karna ditelpon oleh Moo Young. Moo Young mengakui bahwa dia satu-satunya orang yang ia ingat untuk ditelpon, dan menawarkan sebuah kerja sama. Dia menginginkan mereka melakukan sebuah projek bersama-sama, dan sebagai imbalannya dia berjanji akan menjadi media jakal terbaik di dunia.

Kembali ke masa sekarang. Moo Young menatap lukisan tatto di dinding dan berkata, “Kau ada dimana? Kau tidak bisa lari selamanya dariku. Pada akhirnya saya akan menemukanmu.”

Sejumlah reporter berkumpul di depan kantor kepolisian, dan Yoo Kyung kaget karna Suk Min juga hadir diantara para jurnalis. Saat Park Eung Mo di bawa keluar oleh pihak kepolisian, Suk Min bertanya apa dia mengakui membunuh keempat wanita itu, dan Park Eung Mo hanya memelototinya.

Moo Young juga menonton perkembangan kasus Park Eung Mo, yang sekarang dia tidak hanya ditahan terkait penyelundupan 10 orang wanita dari Asia Tenggara tapi juga pembunuhan empat orang wanita. “Dia sama sekali tidak pantas dimaafkan,” ujar Moo Young kemudian mematikan TV-nya.

Di gedung Surat Kabar Daehan, seorang tim marketing menegur beberapa para pemimpin redaksi perihal artikel yang diterbitkan di halaman pertama. Dia menginginkan artikel tentang Mega Five, yang ditunggu-tunggu di seluruh negeri ini. Direktur Ko tidak setuju, mengatakan bahwa halaman pertama mempertunjukkan ratusan opini jurnalis dan bukan sebuah kanvas yang bisa dikendalikan sebuah perusahaan. Dan dia berhasil membungkam mulut si kepala tim marketing saat berusaha menyinggung berapa banyak uang yang telah mereka investasikan dalam iklannya.

Suk Min ditegur oleh seorang rekannya karna datang ke TKP bersama tim jurnalis lainnya. Suk Min mencoba mengabaikan tegurannya, tapi rekannya mengingatkan posisinya sekarang adalah bagian dari Komite Penerbit Sejarah.

Rekannya berkata bahwa masa-masa keemasannya telah berakhir sekarang tapi Suk Min mengabaikannya dan berjalan pergi.

Dia terpaksa masuk ke dalam lift, dan bertemu dengan Direktur Ko. Direktur Ko menyinggung bahwa dia mendengar Suk Min telah beradaptasi dengan baik dalam komitenya, dan Suk Min berkata dengan acuh tak acuh bahwa semua berkat Direktur Ko. Suk Min kemudian menyinggung tentang Park Eung Mo, dan Direktur Ko berpura-pura mengenali bahwa dia adalah tersangka tentang insiden kemarin.

Suk Min menjelaskan bahwa beberapa tahun yang lalu ada sebuah laporan yang mengatakan bahwa beberapa broker bekerja di Incheon yang berhubungan dengan perdagangan manusia, dan itu adalah saat dimana mereka pertama kali mendengar nama Park Eung Mo. Suk Min berkata seandainya dulu Direktur Ko tidak menyuruhnya untuk melepaskan cerita itu, maka mereka mungkin akan  mencegah insiden kemarin.

Direktur Ko berkata sangat arogan untuk berpikir bahwa dia bisa mengungkapkan semua yang terjadi di negara ini: “Hanya karna kau seorang jurnalis.” Tapi Suk Min mengklarifikasi maksudnya adalah mereka bisa mengetahui sebelumnya mengapa wanita-wanita itu harus dikubur dibelakang dinding-dinding dan mereka bisa mencegahnya.

Direktur Ko mengingatkan bahwa dia harus memisahkan dirinya dari kasus ini, dan bahwa itulah jenis jurnalis yang diinginkan oleh Surat Kabar Daehan — Dia harus membuat perusahaan membutuhkannya untuk mendapatkan kekuasaan di dalam organisasi ini, jika tidak dia bisa membuang waktunya memuaskan orang-orang yang salah dengan bekerja di Komite Penerbit Sejarah. “Apa kau masih belum menyadarinya?”

Choo Sung datang menemui Moo Young, memanggilnya media jakal. Dia tahu Moo Young dan timnya dibalik kekacauan yang terjadi di Incheon kemarin malam dan mengetahui Moo Young masih menyelidiki tentang Park Eung Mo hingga sekarang.

Moo Young bertanya mengapa dia sibuk mengurusi pekerjaannya, dan Choo Sung berkata bahwa dia akan bisa mendapatkan bayaran sewanya yang terlambat jika mereka sukses mendapatkan berita pertama. Dia mengomel karna Moo Young hanya  fokus membalas dendam lima tahun yang lalu dan menghancurkan bisnis mereka, kemudian mengancam agar Moo Young segera melunasi hutangnya.

Moo Young datang menemui rekan-rekannya, dan Dong Sik mengomelinya untuk berhenti membuat kekacauan. Moo Young berkata dia telah memberinya sebuah berita besar tentang video yang mereka dapatkan kemarin, maka masa depan mereka akan cerah. Dong Sik berkata dia telah melihat videonya, dan menginginkan mereka untuk berhenti disini. Dia menganggap kasusnya terlalu besar bagi mereka untuk ditangani, dan Moo Young berkata mereka tidak bisa kehilangan kesempatan ini dan bagaimana mereka harus membayar hutang mereka kepada Choo Sung.

Dong Sik memperingatkan bahwa ini bukan kasus sederhana tapi pembunuhan massal: “Mengapa kau ingin menjadi saksi?”

Moo Young berkata bukan seperti itu, kemudian bertanya apa aturan perusahaan mereka. Dong Sik bertanya dengan bingung apa perusahaan mereka punya aturan, dan Moo Young menjelaskan – pertama hanya menulis artikel yang bernilai uang, kedua menulis artikel yang berdasarkan fakta yang kuat, ketiga setidaknya mereka mencoba menjadi lebih baik dibanding jurnalis yang lainnya. Dong Sik membantah bahwa jaksa bisa memberikan keadilan, tapi Moo Young bergumam bahwa kejaksaan tidak bisa memberikan keadilan. “Jika kita tidak mengungkap kasus ini, bagaimana saya bisa menghancurkan kehidupan Park Eung Mo?,” gumam Moo Young.

Jaksa So Ra menginterogasi Park Eung Mo di ruang interogasi,  dan Park Eung Mo bersikeras bahwa dia salah tuduh. Dia memprovokasi amarah Park Eung Mo untuk memukulnya sama seperti para korban, kemudian menendangnya dan mengancamnya bahwa dia akan memastikannya masuk penjara.

Inspektur Park menyerahkan beberapa daftar perusahan media kecil yang ingin diketahui oleh jaksa So Ra. Jaksa So Ra penasaran dengan Surat Kabar Aeguk, dan Inspektur Park menjelaskan bahwa mereka berspesialisasi dalam mengungkapkan kebenaran tentang politisi dan konglomerat dengan melakukan pengintaian, tapi alamat kantor mereka palsu dan jurnalis lainnya tidak tahu siapa yang bekerja disana. Dia kemudian bertanya bagaimana mereka akan menemukan sekelompok orang-orang yang tidak dikenal ini.