SINOPSIS Duel Episode 2 Part 2

Images by : OCN
Hyung Shik dan Soo Ho berbicara berdua di luar gedung. Soo Ho menegaskan kalau dia sangat membenci Jaksa Choi dan dia juga selalu mendukung Deuk Cheon. Tapi, kali ini, dia merasa apa yang dikatakan Jo Hye benar. Tidak ada bukti dan mereka juga tidak menemukan apapun di CCTV.  Hyung Shik juga merasa bingung. Dia meminta kepada Soo Ho agar mereka mengawasi Deuk Cheon karena dia khawatir Deuk Cheon akan melakukan sesuatu yang berbahaya.
Sung Joon dipasangi alat pendektor kebohongan. Jo Hye memperhatikan dari ruang sebelah (ruang gelap) bersama Deuk Cheon. Sung Joon diperlihatkan foto Soo Yeon tetapi dia tidak menunjukkan reaksi apapun. Jo Hye meminta agar mereka menunggu lebih lama. Deuk Cheon menegaskan pada Jo Hye kalau bukan Sung Joo yang menculik karena Sung Joon bilang dia tidak pernah melihat Soo Yeon.
Sung Joon di perlihatkan foto selanjutnya yaitu bagian belakang ambulans. Tetapi juga tidak ada reaksi. Selanjutnya, dia diperlihatkan foto sesuatu yang digunakan oleh penculik untuk menusuk leher suster, seperti alat suntik dan itu membuat Sung Joon teringat sesuatu. Dia teringat saat-saat dia di suntik. Jo Hye tersenyum melihat Sung Joon menunjukkan reaksi dan memutuskan agar mengakhiri tes. Deuk Cheon protes mengenai hal tersebut tetapi Jo Hye menegaskan kalau Sung Joon menunjukkan reaksi pada foto itu. Deuk Cheon memohon agar dilakukan satu tes lagi.
Dan foto selanjutnya yang di perlihatkan adalah foto dirinya. Dan hal itu membuat Sung Joon teringat sesuatu. Dia teringat saat Sung Hoon menatapnya dan tersenyum sinis. Dia terlihat ketakutan. Dia teringat saat dia hendak melarikan diri dari rumah sakit. Sung Joon terlihat sangat ketakutan dan berteriak minta tolong. (dan ada saat-saat dia teringat tubuhnya berdarah dan dia tenggelam). Dokter segera masuk ke dalam ruangan dan menyuntikkan cairan penenang pada Sung Joon.
Dokter memperlihatkan hasil tes dan berkata kalau dia tidak tahu kenapa Sung Joon berekasi ketika melihat wajahnya sendiri. Deuk Cheon menegaskan kalau itu karena Sung Joon punya saudara kembar. Dan dia bereaksi seperti itu karena ada sesuatu dengan saudara kembarnya.  Dokter berkata itu bisa saja.
Deuk Cheon menegaskan pada Jo Hye kalau apa yang dia katakan pasti benar. Sung Joo mempunyai kaki tangan dan itu adalah saudara kembarnya. Tetapi, Jo Hye mengabaikannya dan bertanya pada dokter kalau dilihat dari reaksi-reaksi Sung Joon saat tes, ada kemungkinan dia tersangkanya kan? Dokter membenarkan.
Jo Hye segera menelpon Penyelidik Koo Bon Seok. Dia menyuruh agar dikeluarkan surat perintah  penangkapan untuk penculik Jang Soo Yeon.
Dan dengan begitu, Sung Joon di tetapkan sebagai pelaku dan dibawa pergi dari kantor polisi. Deuk Cheon melihat kepergian Sung Joon yang dibawa petugas. Dia berjalan menghampiri Jo Hye yang ada disana dan bertanya kalau sejak awal Jo Hye sudah merencanakan ini kan? Hasil dari tes gelombang otak bahkan tidak dapat digunakan secara legal. Deuk Cheon yakin kalau Jo Hye melakukannya untuk menghentikannya.
“Tidak, aku melakukan yang terbaik. Dan itulah hasil yang kita punya, meskipun kita melakukan yang terbaik,” jawab Jo Hye (uuuhhhh… cara Jo Hye menjawab ini terlihat kalau dari awal dia ingin kasus Soo Yeon cepat ditutup). “Mari kita tangkap penculik itu dan fokus untuk menemukan Soo Yeon. Aku akan pastikan untuk menemukannya.”
Deuk Cheon sudah tidak percaya lagi pada Jo Hye. Dia benar-benar marah. Dia menegaskan kalau Soo Yeon-nya masih hidup. Masih hidup. “Aku yang akan menemukan Soo Yeon. Lalu aku akan membunuhmu. Kau tunggu, saja. Dasar wanita jahat,” marah Deuk Cheon dan beranjak pergi.
Di dalam penjara, luka di tangan Sung Joon sedang dibersihkan oleh petugas kepolisian. Deuk Cheon datang ke sana dan dihalangi oleh para petugas karena dia tidak mempunyai surat kunjungan. Deuk Cheon memohon pada mereka karena dia hanya ingin menanyakan sesuatu, petugas terlihat kesal tetapi memberikan waktu 1menit pada Deuk Cheon. Deuk Cheon benar-benar berterimakasih dan berjanji akan membalas kebaikannya.
Deuk Cheon menemui Sung Joon yang ada di dalam sel. Deuk Cheon bertanya pada Sung Joon kalau dia yakin dia tidak berilusi. Dia melihat pria yang mirip seperti Sung Joon dan Sung Joon juga melihatnya, kan?
“Apa gunanya. Semua orang percaya kalau akulah yang melakukannya,” jawab Sung Joon putus asa.
“Karena itulah, cobalah untuk mengingat apa yang terjadi, brengsek!” marah Deuk Cheon. Dia terlihat sangat frustasi. Dia meminta Sung Joon mengingat dimana putrinya, Soo Yeon.
“Hari ketika dia diculik, aku ada di Busan. Bahkan jika kau tidak mempercayaiku dan meskipun aku tidak bisa membuktikannya, itu bukan aku!! sekarang, aku benar-benar berharap itu ulahku. Lalu aku bisa menemukan putrimu dan hidup dengan damai.”
Sung Joon memberitahu kalau dia melihat pria yang mirip dengannya sedang menatapnya. Deuk Cheon memohon agar Sung Joon mengingat yang lainnya tetapi Sung Joon tidak bisa. Petugas menghampiri mereka dan memberitahu kalau waktu 1menit sudah habis. Deuk Cheon memohon agar diberikan waktu 1menit lagi. Petugas tidak mau dan itu membuat Deuk Cheon marah. Memang kenapa kalau dia bicara 1menit lagi? Apa itu ilegal? Dia meminta 1menit lagi. Dan petugas dengan terpaksa menyeretnya keluar.
Hyung Shik sedang makan bersama Soo Ho. Soo Ho merasa khawatir dengan Deuk Cheon. Jika kasus di tutup seperti ini, Deuk Cheon hanya akan putus asa menunggu informasi baru yang muncul dan mungkin dia tidak akan pernah menemukan Soo Yeon.
“Bahkan jika itu terjadi, kita harus terus menyelidiki kasus ini. Aku tidak bisa bekerja, sampai aku menemukan Soo Yeon,” tegas Hyung Shik. Hyung Shik juga memesan 1bungkus sup untuk diberikan pada Deuk Cheon.
Dan tidak lama kemudian, Soo Ho menerima telpon yang membuatnya kaget.
Soo Ho dan Hyung Shik tiba di kantor polisi dimana Sung Joon ditahan. Mereka membagikan minuman energi pada semua petugas disana. Sementara, Deuk Cheon duduk dengan lemas di kursi tunggu. Hyung Shik menghampirinya dan mengajaknya pergi. Deuk Cheon bangkit dan beranjak pergi. Sebelum pergi, dia meminta maaf atas sikapnya tadi. Dia tidak bermaksud membuat kerusuhan tadi. Petugas yang mendengarnya tentu merasa tidak nyaman.
Petugas tadi mulai memarahi petugas yang membersihkan luka Sung Joon. Seharusnya petugas itu membiarkan Sung Joon mati dan tidak mengobatinya. Petugas tersebut menjawab kalau luka Sung Joon terbuka karena jahitannya lepas dan hal itu terdengar oleh Deuk Cheon yang hendak pergi.
Deuk Cheon menghampiri petugas itu dan bertanya, apa luka di tangannya masih parah? Petugas itu membenarkan dan memberitahu kalau luka itu seperti terkena pisau dan cukup dalam. Deuk Cheon jadi bingung karena dia melukai tangan penculik dengan logam (saat mereka saling menyeret ranjang Soo Yeon dan luka itu timbul karena tergesek ranjang Soo Yeon yang ditarik oleh Deuk Cheon). Petugas itu menjawab kalau dia memang petugas baru, tetapi dia tetap seorang polisi dan bisa membedakan luka. Kulitnya yang terluka karena pisau. Deuk Cheon benar-benar bingung karena itu tidak mungkin.
Sung Hoon di rumahnya sedang menyesap minuman. Dia menatap tangannya yang memakai perban kemaren, dan ada bekas luka di sana.
Semua anggota polisi termasuk Hyung Shik dan Soo Ho mendapat pesan mengenai di temukannya mayat seorang gadis kecil di Jeongreung. Semuanya tentu kaget. Hyung Shik dengan gugup menghampiri Deuk Cheon yang sedang tidur di sofa dan menyuruhnya makan.
Tetapi, Yoo Seok masuk dan dengan heboh bertanya apa mereka tidak menerima pesannya? Cepat pergi! Deuk Cheon tentu bingung karena dia tidak menerima pesan apapun. Yoo Seok gugup dan berkata itu bukan apa-apa dan menyuruh Deuk Cheon untuk beristirahat saja.
Deuk Cheon tertidur. Seseorang membangunkannya dan itu adalah Soo Yeon. Deuk Cheon terkejut melihat Soo Yeon di depannya dan menangis penuh kerinduan. Dia hendak membelai wajah Soo Yeon tetapi Soo Yeon mengilang.
Dan… sebuah gelas terjatuh ke lantai dan pecah.
Deuk Cheon berteriak memanggil Soo Yeon tetapi Soo Yeon tidak ada. Deuk Cheon terduduk lemas menyadari itu hanya khayalannya.
TV yang menyala di kantor polisi menyiarkan berita mengenai penemuan mayat seorang gadis di Jeongreung, Jeongbok-gu, Seoul. Mayat itu ditemukan oleh pasangan berusia 50-an saat berjalan di sepanjang jalan Jeongreung sekitar pukul 08:00pm. Dan yang ditemukan hanya tubuh yang sudah membusuk. Deuk Chan terkejut mendengarnya dan segera pergi.
Kita kembali ke adegan awal episode 02…
Hyung Shik, Soo Ho dan Hyung Geun menghentikan Deuk Cheon agar tidak mendekat ke TKP.
NISI sedang mengumpulkan bukti di sana. Mayat itu sudah membusuk dan bahkan terlihat ulat belatung. Yoo Seok juga ada disana dan bertanya kepada petugas berapa kira-kira usia mayat? Tetapi petugas juga tidak bisa memberitahu karena mereka harus melakukan tes DNA terlebih dahulu.  Dan dari tempat mereka, terdengar suara Deuk Cheon yang berteriak-teriak. Petugas bertanya pada Yoo Seok siapa yang berteriak itu? Suaranya sangat berisik dan membuat dia tidak bisa fokus. Apa itu ayah korban?
Yoo Seok menemui Deuk Cheon yang masih melawan agar bisa pergi ke TKP. Yoo Seok menyuruh Deuk Cheon untuk pulang dan tidur dan dia yang akan mengurus semua ini. Deuk Cheon dengan putus asa bertanya kalau itu bukan Soo Yeon, kan? Katakan itu bukan dia! Yoo Seok juga bingung menjawabnya. Akhirnya, dia menjawab kalau dia cukup yakin itu bukan So Yeon. Tetapi, Deuk Cheon tidak terima dengan kata ‘cukup yakin.’
Petugas menemukan di kaki mayat ada sebuah luka. Dia segera berteriak memanggil Yoo Seok dan memberitahu kalau ada luka bakar di kaki korban dan sepertinya sudah cukup lama. Yoo Seok segera bertanya pada Deuk Cheo kalau Soo Yeon tidak punya bekas luka bakar di kakinya, kan?
“Dia tidak punya bekas luka bakar. Soo Yeon-ku tidak punya bekas luka bakar,” jawab Deuk Cheon. Dia terlihat benar-benar sudah sangat putus asa.
“Hei, itu bukan Soo Yeon. Aku yakin!” tegas Yoo Seok.
Deuk Cheon terduduk lemas. Dia menangis karena itu bukan Soo Yeon-nya.
Deuk Cheon sudah cukup tenang. Yoo Seok memberikan minum padanya. Deuk Cheon bertanya pada Yoo Seok apa Soo Yeon masih hidup, kan?
“Tentu saja, dia masih hidup. Soo Yeon itu kuat dan dia akan bertahan. Soo Yeon bukan tipe orang yang mau mati dengan mudah. Dan lihat di langit. Istrimu akan melindungi Soo Yeon dari atas,” jawab Yoo Seok.
Deuk Cheon kemudian bertanya kenapa penculik itu tidak menelponnya padahal dia sudah mengambil uangnya. Yoo Seok menjawab kalau itu karena penculik itu sudah berada di penjara.
“Bagaimanapun, ini sangat aneh. Aku tahu ini tidak masuk akal. Aku tahu mereka mengatakan wajahnya, DNA dan sidik jari semuanya sama. Tapi aku benar-benar berpikir kalau pria itu berbeda dari pria yang kulihat di ambulans,” ujar Deuk Cheon.
Yoo Seok menjawab kalau tidak ada orang yang mempunyai sidik jari yang sama. Dia meminta agar Deuk Cheon sadar dan jangan seperti ini. Tetapi, Deuk Cheon tetap merasa kalau dia harus melakukan sesuatu atau jika tidak Soo Yeon akan berakhir seperti mayat itu.
“Aku ayahnya,” tegas Deuk Cheon dan beranjak pergi.
Sung Joon sudah di bawa ke penjara. Di dalam sel penjara-nya, Sung Joon hanya bisa meringkuk.
Dan ternyata, Man Choon juga dikurung dalam penjara. Dan sialnya, dia dikurung satu sel dengan musuhnya dan tentu saja dia habis dihajar oleh musuh dan anak buah musuhnya tersebut.
Deuk Cheon berjalan pulang dengan lemas. Hyung Shik menelponnya dan memberitahu kalau Jo Hye memindahkan Sung Joon ke Jeonju dari Pusat Penahanan Seoul. Hal itu karena Jo Hye takut Deuk Cheon akan pergi menemui Sung Joon terus menerus. Hyung Shik dengan emosi tertahan berkata kalau dari awal Jo Hye tidak pernah berniat membantu mereka mencari Soo Yeon. Merekalah yang bodoh mau mempercayainya.
“Hyung Shik-ah… aku pasti akan menemukan Soo Yeon. Mau dia dipindahkan ke penjara lain, atau didakwa atau kita sudah dibodohipun… aku akan menemukannya. Tidak peduli apa yang terjadi,” tekad Deuk Cheon.  Dia pun mematikan telpon. Tepat saat telpon dimatikan, seseorang memukulnya dari belakang.
Soo Yeon berada di tempat Sung Hoon. Dia sudah terbangun dan melihat ke sekitar. Dia melihat Sung Hoon yang sedang duduk tidak jauh dari tempatnya. Soo Yeon bertanya padanya apa dia sekarang berada di rumah sakit? Dimana ayahnya? Sung Hoon tidak menjawab dan hanya menyuruh Soo Yeon untuk tidur. Soo Yeon berkata kalau dia tidak mengantuk. Sung Hoon segera mengambil sebuah suntikan di depan mejanya dan berkata kalau Soo Yeon pasti akan mengantuk. Dia menyuntikkan sesuatu ke infus Soo Yeon dan itu membuat Soo Yeon tertidur kembali.
Deuk Cheon di culik oleh anak buah Man Choon. Dia tentu merasa kesal karena di ikat di kursi dan minta agar segera dilepaskan. Tetapi, anak buah Man Choon yang bernama Na Rae, meminta pada Deuk Cheon agar menolong bos-nya. Jika bos mereka pergi ke Jeonju, dia akan mati. Dan jika mereka tidak memiliki Man Choon, mereka bukan apa-apa. Na Rae meminta tolong agar Deuk Cheon memberikan jalan keluar.
Seseorang datang ke tempat Sung Hoon. Dia bertanya pada Sung Hoon bagaimana ‘anak’ itu? Dan Sung Hoon menjawab kalau mereka baru tahu jika hasilnya sudah keluar. Sung Hoon terlihat tidak suka dengan pria tersebut dan menyuruh pria itu untuk tidak datang tiba-tiba lain kali. Karena hal itu membuatnya merasa seperti sedang di awasi. Pria itu tersenyum.
Mereka mulai membahas sesuatu. Mengenai target selanjutnya. Dan Sung Hoon menunjukkan beberapa foto di meja. (Fotonya seperti Ahn Jeong Dong tetapi author kurang yakin juga).
Sung Joon tidur di dalam sel dan bermimpi buruk. Dia bermimpi ada seorang pria menatapnya dingin dan menyuntikkan sesuatu ke tubuhnya. Dia berusaha memberontak tetapi tangannya terikat di ranjang. Dan tepat saat itu, polisi memanggilnya. Hal itu membangunkan Sung Joon dari mimpi buruknya dengan nafas tersengal. Polisi memberitahu kalau Sung Joon mendapat kunjungan.
Dan yang mengunjunginya adalah Deuk Cheon. Deuk Cheon mengomentari kondisi Sung Joon yang mengerikan dan bertanya apa dia sudah makan? Sung Joon balas menjawab dengan lemah, apakah jika Deuk Cheon yang berada diposisinya, dia bisa makan? Deuk Cheon memarahinya agar makan supaya ingatannya cepat kembali.
“Aku… tidak waras lagi. Aku pikir aku sudah gila. Aku melihat Soo Yeon beberapa hari lalu. Aku yakin dia sedang berdiri tepat di depanku, dia menepuk bahuku dan dia tersenyum padaku. Tapi kemudian dia menghilang. Aku tidak yakin itu mimpi atau bukan. Tapi dia sudah menghilang. Aku tidak tahu di mana dia atau apa yang dia lakukan, tapi sepertinya aku harus makan jika aku ingin bertahan hidup dan tidur. Aku sudah gila, kan?” ujar Deuk Cheon penuh kegetiran. “Aku sudah memikirkannya. Berapa kalipun aku berpikir, kau bukanlah tersangka itu. Menurutku orang yang mirip denganmu itu, dia yang mengambil Soo Yeon. Aku yakin itu! Aku juga yakin kalian berdua bersekongkol. Tapi kau kehilangan kenanganmu dan brengsek itu sudah kabur. Apa kau tidak marah kalau pelaku sesungguhnya diluar sana?” tanya Deuk Cheon.
Dan kita tidak melihat apa jawaban Sung Joon.
Deuk Cheon berlari keluar menuju mobilnya.  Dia teringat dengan uang yang ditinggalkan Yoo Seok di dashboard mobilnya dan mengambil uang tersebut. Sebenarnya, Deuk Cheon tidak mau menerima uang itu karena itu uang haram yang diterima Yoo Seok. Tapi, dia tidak punya pilihan. Dia tidak punya uang lagi. Deuk Cheon membuka dompetnya dan melihat ada uang di sana. Dia tahu kalau itu uang yang diisikan Soo Yeon untuknya.
Keesokan Harinya,
Sung Joon , Man Choon dan musuh Man Choon dibawa menuju Jeonju dengan tangan di borgol dan terikat. Mereka pergi dengan sebuah bus tahanan. Dari belakang bus itu, Na Rae dan Deuk Cheon mengikuti.
Deuk Cheon mendekati bus dan membunyikan klakson mobilnya beberapa kali. Hal itu menarik perhatian petugas dan Sung Joon. Sung Joon teringat percakapan terakhirnya dengan Deuk Cheon. Saat itu Deuk Cheon berujar padanya, “Jika aku membantumu keluar dari sini, kau akan membantuku menemukan Soo Yeon-ku?” Sung Joon terkejut mendengarnya saat itu dan bertanya apa Deuk Cheon percaya padanya.
“Aku tidak percaya siapapun. Aku percaya apa yang kulihat. Aku melihat wajah brengsek itu dengan mata kepalaku sendiri.”
Man Choon tertawa mendengar klakson mobil Deuk Cheon. Dia menasehati semua yang ada dimobil untuk berpegangan dengan erat jika tidak mau mati. Dan dia serta Sung Joon mulai memasang sabuk pengaman.
Mobil Deuk Cheon dan Na Rae melaju ke depan bus. Dan Deuk Cheon memutar mobilnya menjadi searah dengan bus dan mengarahkan mobil tersebut tepat ke depan bus. Hal ini membuat supir bus menjadi kaget dan membanting setir begitu juga dengan mobil polisi yang mengawal bus tersebut. Bus menabrak mobil Na Rae yang berada di depannya dan berakhir dengan terbalik. Kecelakaan besar terjadi.
Semua yang ada di dalam bus dalam keadaan terluka. Deuk Cheon masuk ke dalam bus yang ringsek dan membangunkan Man Choon serta Sung Joon yang terluka. Dia juga melepaskan sabuk pengaman Sung Joon dan membawanya keluar dari mobil. Na Rae beserta satu anggotanya juga masuk ke dalam bus dan membawa keluar Man Choon.
Deuk Cheon sudah berhasil membawa Sung Joon ke dalam mobilnya. Dia sudah bersiap hendak pergi tetapi Na Rae memanggilnya dan meminta agar Deuk Cheon menunggu mereka (mobil Na Rae rusak karena tabrakan dengan bus tadi). Deuk Cheon menyuruh Na Rae untuk cepat.
Seorang anggota polisi keluar dari mobilnya dan menembakkan pistol ke anggota Na Rae. Hal ini membuat Na Rae dan Man Choon merasa kaget. Deuk Cheon yang merasa tidak ada pilihan lagi, segera membawa mobilnya pergi dan meniggalkan Na Rae serta Man Choon. Man Choon berteriak kesal karena Deuk Cheon meninggalkannya. Polisi kembali melepas tembakan dan Man Choon terpaksa menyeret Na Rae pergi dari sana meninggalkan anggota tersebut.
Di dalam mobil, Deuk Cheon memberikan kunci borgol Sung Joon dan Sung Joon segera melepas borgolnya. Mobil Deuk Cheon dikejar oleh banyak mobil polisi hingga ke sebuah jembatan. Mereka sudah tidak bisa kabur lagi karena di depan mereka juga sudah ada mobil polisi yang mengepung.
Semua polisi keluar dan mengarahkan pistol ke arah mobil mereka. Mereka diminta keluar dan mengangkat tangan. Deuk Cheon dan Sung Joon dengan terpaksa keluar dan mengangkat tangan mereka. Deuk Cheon berjalan mendekat ke Sung Joon.
“Hei… kau percaya denganku?” tanya Deuk Cheon.
“Tidak. Aku juga percaya apa yang aku lihat,” jawab Sung Joon.
“Kalau begitu, lompatlah brengsek,” ujar Deuk Cheon dan menarik Sung Joon untuk melompat bersamanya dari atas jembatan.
Dan Byuuurrrr……!!!!